BERBAGI
Wisata kota lama Surabaya/@tugujatim.id

Inspirasijatim.comKota Lama Surabaya yang baru saja dibuka sebagai destinasi wisata baru, telah menjadi sasaran kejahatan hanya dalam beberapa hari sejak pembukaannya. Tindakan pencurian ini tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga mengganggu pengalaman wisata para pengunjung yang datang untuk menikmati keindahan dan sejarah Kota Lama Surabaya.

Kepala Satpol PP Surabaya, M Fikser, mengonfirmasi bahwa sejumlah fasilitas di Kota Lama telah dirusak dan dicuri oleh tangan-tangan jahil. Pelaku yang berhasil ditangkap adalah seorang laki-laki yang kedapatan mencuri kabel dan berbagai sarana prasarana yang terbuat dari bahan besi.

“Kami sudah tangkap saat pelaku mau mencuri, terus kami serahkan ke Polsek Bubutan. Anggota Satpol PP berpakaian preman. Pelaku mencoba mengambil kabel di bawah. Kami tangkap, kami kerja sama dengan warga,” ujar Fikser, Selasa (2/7/2024).

Fikser mengatakan diduga ada 2 hingga 3 orang pelaku yang berupaya melakukan pencurian di kawasan Kota Lama. Namun, hanya satu orang yang berhasil ditangkap.

“Kami proses, karena bawa gunting potong kabel, ada hasil potongan besi. Kursi besi kami temukan. Kami serahkan sebagai bukti ke Polsek Bubutan,” katanya.

Sasaran yang dicuri adalah kabel dan besi. Pencuri memotong kabel dan besi yang mudah dijual. Karena sasaran pencurian itu berat, pencuri tidak bisa beraksi sendirian. Saat beraksi pelaku pencurian itu membawa gerobak untuk mewadahi hasil curian. Setelah berhasil mendapatkan barang bukti dan menangkap basah, kini pelaku diproses hukum di Polsek Bubutan.

“Pasti ga mengaku, setelah digeledah ditemukan. Dia berdiri melihat-lihat situasi. Mencurigakan. Anggota kami pakai baju preman mantau dari jauh, pantau lewat CCTV. Saat mau aktivitas, ditunggui, disergap. Dua lari, satu disergap,” jelasnya.

Fikser mengatakan kerugian akibat tindakan tidak bertanggung jawab itu masih belum bisa dipastikan. Sebabnya, ada sejumlah kabel yang bukan milik Pemkot Surabaya turut dipotong mau dicuri.

“Kami mulai awal pembangunan terus perketat sama sampai sekarang, ada SOP pengamanan. Kami koordinasi terus dengan Polsek, Polres. Karena Kota Lama tidak hanya di kawasan Eropa, tapi Pecinan dan Arab kami sisir,” ucapnya.

Kini Satpol PP menggunakan baju preman di Kota Lama selama 24 jam. Tidak hanya untuk menjaga sarpras tapi juga vandalisme. Ada 2 pos yang personelnya mengawasi 24 jam anggota naik sepeda untuk keliling dan ada CCTV yang 24 jam melakukan pemantauan.

“Kami lihat PJU yang unik dari besi, kami cek semua. Ada CCTV terpasang bisa dipantau. Patroli kendaraan, sepeda, pakai baju preman. Harus ada penindakan tegas terhadap mereka yang merusak fasum yang dibangun pemkot di Kota Lama,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here