BERBAGI
Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar atau Pak Halim (Dok: PKB)

Inspirasijatim.com – Terik matahari masih belum menyengat di Kota Surabaya saat pemilik ‘Warung Santoso’ ini membuka dagangannya. Warung berdiameter 3×5 meter itu sebetulnya bukan warung tetap. Penutup warung hanya dibalut kain berwarna hijau untuk menghindari para pengunjung lapaknya dari terpaan debu pinggir jalan.

Meski terbilang sederhana, warung milik pria bernama Santoso (54) ini tidak pernah sepi pelanggan. Setiap hari ia hanya membuka warung makannya dari jam 11.00 WIB hingga jam 17.00 WIB.

Warung yang berada di samping Balai Diklat Kemenag Jatim itu sebetulnya tidak begitu strategis. Namun siapa sangka, warung tersebut menjadi istimewa berkat olahan makanannya yang terbilang pas di lidah.

Tapi siapa yang menyangka warung yang berdiri di pinggir jalan ini adalah warung makan yang sering dikunjungi oleh Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar. Pria yang akrab disapa Pak Halim itu rupanya menyukai masakan yang diolah sendiri oleh Santoso.

“Pak Halim itu biasanya kesini agak siangan gitu. Nyapa sebentar habis itu tak suruh ambil sendiri. Hla kita sudah merasa nyaman kalau Pak Halim kesini. Gak ada sungkan-sungkanan kayak pejabat lainnya,” ungkap Santoso saat dikonfirmasi, Sabtu (2/2/2019).

Selain menyukai daging krengsengan olahannya, Santoso mengungkapkan jika pria kelahiran 14 Juli 1962 itu juga penyuka sayur bening dan teh hangat. Sebab, beber Santoso, orangnya tidak neko-neko jika berkenaan dengan makanan.

“Kalo kesukaan beliau ya itu daging krengsengan. Kalo gak ada bisa sayur bening sama telur. Kaget juga ya kok masih ada pejabat yang mau makan di warung saya. Padahal makanannya ya biasa-biasa aja,” tutur Santoso.

Bahkan, ungkap Santoso, terkadang Pak Halim membawa istrinya Lilik Umi Nashiah hanya untuk mencicipi menu makanan yang tersedia di warungnya.

“Kadang ya Pak Halim bawa istrinya kesini. Makan berdua disini juga. Gak pernah dibungkus. Katanya kalo makan disini lebih enak. Padahal tempatnya ya kayak gini mas. Gak pantes lah sebetulnya orang sebesar beliau makan di warung lusuh kayak gini,” ungkapnya.

Meski saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Jatim, Pak Halim tidak pernah menunjukkan jika dirinya adalah orang yang berpengaruh di Jawa Timur. Bahkan, ungkap Santoso, pelanggannya yang lain tidak menyadari jika orang yang makan di warungnya adalah pejabat publik.

“Kadang saya heran sendiri dengan Pak Halim, kok bisa beliau tidak terpengaruh dengan jabatannnya. Padahal kalo kita lihat di tv itu pejabat gak ada yang mau makan di warung kayak gini. Kadang pelanggan saya yang lain gak mengenali sosok beliau ini,” beber Santoso.

Dia pun berharap, Pak Halim bisa menjadi contoh bagi politisi yang lainnya. Sifat low profile dan kesahajaannya membuat Santoso sangat menghormati tokoh penting di Jawa Timur ini.

“Sejak kenal dengan Pak Halim, pikiran saya kalau pejabat itu congkak, sombong, dan sebagainya hilang gara-gara kepribadiannya. Saya harap beliau bisa menjadi contoh bagi politisi yang lain,” pungkas Santoso.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here