BERBAGI
Huda (Kaos Hijau) saat memamerkan karya lukisnya kepada pengunjung

Inspirasijatim.com – Meski sudah berkecimpung di dunia permebelan selama kurang lebih puluhan tahun, ide untuk membuat lukisan ukir kayu bekas baru terbersit di pikiran Saiful Huda (35) saat usaha mebelnya mengalami penurunan omzet.

Menurunnya usahanya tersebut lantaran banyak pembeli mebel yang menunggak pembayaran atau menghilangkan jejak secara sengaja.

“Ada yang bayar separuh, ada juga yang hilang. Puluhan juta hilang,” tutur Huda di rumah sekaligus bengkel kerjanya, Sabtu, (6/7/2019).

Dengan kondisi seperti itu, mau tak mau membuat Huda harus memutar otak agar roda perekonomiannya semakin tidak terpuruk. Hingga akhirnya muncul ide memanfaatkan limbah mebel kayu.

“Limbah kayu kan banyak sekali, saya berpikir kenapa tidak dimanfaatkan,” tambah warga Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Randusasi, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan.

Sempat mencoba berbagai jenis kerajinan dari kayu, akhirnya Huda memantabkan diri untuk fokus menekuni lukisan ukir dari limbah kayu tersebut.

Tidak berlangsung lama, hasil kerajinannnya tersebut rupanya banyak diminati orang. Awalnya ia upload hasil karyanya di medsos, lama kelamaan orang mulai tertarik dengan karyanya tersebut.

“Ada beberapa karya jadi, lalu saya upload di medsos. Lama kelamaan, ada yang tanya-tanya lalu membeli. Alhamdulilah sekarang banyak yang pesan. Saya sendiri tak menyangka banyak yang minat,” kata Huda.

Selain pembeli dari Kota Pasuruan, pemesan karya Huda juga berasal dari berbagai kota di Jawa hingga Batam. “Ramadhan kemarin 17 lukisan laku. Saya harus dibantu banyak orang,” jelasnya.

Untuk omzet, Huda mengaku bisa meraup keuntungan yang besar. Kisarannya per satu lukisan bisa seharga satu jutaan lebih.

“Kalau dijual bentuk limbah satu karung paling banter Rp 20 ribu. Kalau dibikin karya seperti ini satu unit saya jual Rp 1,5 juta hingga Rp 1,7 juta,” terangnya.

Huda merasa bersyukur saat ini karyanya tersebut bisa menopang perekonomian keluarga di tengah bisnis mebel yang kembang kempis.

“Sekarang saya ingin mengembangkan usaha kerajinan ini. Kebetulan bahan bakunya melimpah,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here