BERBAGI
diambil dari http://surabaya.panduanwisata.id/wisata-sejarah-dan-budaya/tugu-pahlawan-mengurai-kenangan-arek-surabaya/

inspirasijatim.com, Surabaya – Kita mengetahui Kota Surabaya dikenal dengan Kota Pahlawan. Namun banyak yang belum paham, Kota Surabaya memiliki Universitas Negeri terbanyak di Indonesia. Kebanyakan orang-orang hanya mengetahui UNAIR (Universitas Airlangga) dan ITS (Institut Teknologi Sepuluh November) sebagai Universitas Negeri yang ada disurabaya.

Memang Kota pelajar identik dengan Kota Yogyakarta, dengan UGM (Universitas Gajah Mada) ataupun Malang dengan UB (Universitas Brawijaya). Tetapi, jika dilihat dari jumlah Universitas Negerinya, tidak ada salahnya Kota Surabaya juga menyandang predikat tersebut.

Berikut kami sajikan daftar Universitas Negeri yang ada di Kota Surabaya:

  1. ITS (Institut tekonologi Sepuluh November)

Banyak orang menyangka dan salah kaprah bahwa, kepanjangan dari ITS adalah Institut Tekonologi Surabaya. Padahal kepanjangan dari ITS adalah  Institut tekonologi Sepuluh November .

Berdirinya ITS tak luput dari hasil pemikiran dr. Angka Nitisastro, seorang dokter umum, bersama dengan insinyur-insinyur PII cabang Jawa Timur. Ide itu muncul pada waktu Konferensi PII di Bogor Pada tahun 1954. Mereka memutuskan untuk mewujudkan berdirinya sebuah Yayasan Perguruan Tinggi Teknik.

diambil dari https://www.its.ac.id/article/sejarah-its/id

Pada 17 Agustus 1957, resmi berdiri YPTT (Yayasan Perguruan Tinggi Teknik) di Surabaya. Dan pada 10 November 1957, Presiden Ir. Soekarno meresmikan berdirinya Perguruan Tinggi Teknik 10 November. Baru pada tanggal 3 November 1960, berubah namanya menjadi yang kita kenal sekarang yakni, Institut Teknik 10 November.

  1. UNAIR (Universitas Airlangga)

Sejarah Universitas Airlangga berawal dari cikal-bakal lembaga pendidikan NIAS (Nederlands Indische Artsen School) dan STOVIT (School Tot Opleiding van Indische Tandartsen), masing-masing didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1913 dan 1928.

Pemerintah Republik Indonesia baru resmi membuka Universitas Airlangga Surabaya yang merupakan lembaga pendidikan tinggi pertama di kawasan timur Indonesia pada tahun 1954. Peresmian Universitas Airlangga dilakukan oleh Presiden RI pertama.

diambil dari http://www.unair.ac.id/site/menu/show/6/sejarah.html

saat ini Universitas Airlangga dengan tiga belas fakultas dan satu program pascasarjana dan memiliki 127 program studi (prodi) dari berbagai jenjang, meliputi program akademik, vokasi, dan spesialis, yang mampu melayani lebih dari 20.000 mahasiswa.

  1. UNESA (Universitas Negeri Surabaya)

IKIP Surabaya yang dimulai sekitar tahun 1950. Berawal dari kursus B-I dan B-II bidang Ilmu Kimia dan Ilmu Pasti yang memanfaatkan sarana dan prasarana berupa ruang kelas dan laboratorium dari pendidikan Belanda, Hoogere Burger Schol (HBS). Kursus-kursus tersebut diselenggarakan di Surabaya untuk memenuhi kebutuhan tenaga guru setingkat SLTP dan SLTA.

Untuk menghilangkan dualisme kursus B-I dan B-II dengan lulusan yang tidak bergelar, dan FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) yang menghasilkan lulusan bergelar, dengan Ketetapan MPRS No. 11/MPRS/1960, kedua kursus tersebut diintegrasikan ke dalam FKIP yang mencetak guru sekolah lanjutan.

diambil dari https://www.unesa.ac.id/page/tentang-unesa/sejarah

Kemudian, berdasarkan SK Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan nomor 182/1964 tertanggal 19 Desember 1964, secara resmi IKIP Surabaya berdiri sendiri dengan pimpinan suatu presidium Tanggal tersebut ditetapkan sebagai tanggal kelahiran IKIP Surabaya yang setiap tahun diperingati sebagai dies natalis IKIP Surabaya. Pada tahun 1964, IKIP Surabaya mempunyai lima fakultas, yaitu FIP (Fakultas Ilmu Pendidikan), FKIS (Fakultas Keguruan Ilmu Sosial), FKSS (Fakultas Keguruan Sastra Seni), FKIE (Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta), dan FKIT(Fakultas Keguruan Ilmu Teknik).

Seiring berjalannya waktu, karena perluasan mandat (wider mandate), IKIP Surabaya berubah menjadi UNESA (Universitas Negeri Surabaya) berdasarkan SK Presiden R.I. nomor 93/1999 tertanggal 4 Agustus 1999.

  1. UINSA (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel)

Pada akhir dekade 1950, beberapa tokoh masyarakat Muslim Jawa Timur mengajukan gagasan untuk mendirikan perguruan tinggi agama Islam yang bernaung di bawah Departemen Agama. Untuk mewujudkan gagasan tersebut, mereka menyelenggarakan pertemuan di Jombang pada tahun 1961. Dalam pertemuan itu, Profesor Soenarjo, Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, hadir sebagai narasumber untuk menyampaikan pokok-pokok pikiran yang diperlukan sebagai landasan berdirinya Perguruan Tinggi Aagama Islam dimaksud.

Pada tanggal 28 Oktober 1961, Menteri Agama menerbitkan SK No. 17/1961, untuk mengesahkan pendirian Fakultas Syariah di Surabaya dan Fakultas Tarbiyah di Malang. Kemudian pada tanggal 01 Oktober 1964, Fakultas Ushuluddin di Kediri diresmikan berdasarkan SK Menteri Agama No. 66/1964.

Diambil dari http://pustakacompass.com/hadiri-bedah-buku-nasional-laskar-ulama-santri-di-uin-sunan-ampel-surabaya/

Menteri Agama memandang perlu untuk menerbitkan SK Nomor 20/1965 tentang Pendirian IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Sunan Ampel yang berkedudukan di Surabaya. Dalam rentang waktu antara 1966-1970, IAIN Sunan Ampel telah memiliki 18 (delapan belas) fakultas yang tersebar di 3 (tiga) propinsi: Jawa Timur, Kalimantan Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Sejak pertengahan 1997, melalui Keputusan Presiden No. 11 Tahun 1997, seluruh fakultas yang berada di bawah naungan IAIN Sunan Ampel yang berada di luar Surabaya lepas dari IAIN Sunan Ampel menjadi STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri) yang otonom.

Terhitung mulai tanggal 1 oktober 2013, IAIN Sunan Ampel berubah menjadi UINSA (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel) Surabaya berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 65 Tahun 2013.

  1. PENS (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya)

Sejarah PENS dimulai pada tahun 1985. Saat itu, tim studi awal JICA( Japan International Cooperation Agency) untuk bantuan dan kerjasama teknik yang dikepalai oleh Prof. Y. Naito dari Tokyo Institute of Technology, datang ke politeknik ini.

Pada tanggal 15 Maret 1988, Pemerintah Jepang, melalui JICA secara resmi memberikan gedung kampus kepada pemerintah Indonesia lengkap dengan berbagai peralatan pendidikan. Selanjutnya pada tanggal 2 Juni 1988 Politeknik ini diresmikan dengan nama PET (Politeknik Elektronika dan Telekomunikasi).

diambil dari https://beritapens.wordpress.com/tag/sejarah-pens/

Namun pada bulan Juni 1991, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menata ulang keberadaan seluruh Politeknik, Institut dan sebagian Universitas di Indonesia. Pada saat itu politeknik ini pun berubah nama menjadi PES (Politeknik Elektronika Surabaya)yang merupakan bagian dari ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) Surabaya.

Pada tahun 1996, nama politeknik ini kembali diubah oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menjadi PENS (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya) Seperti yang kita kenal saat ini.

  1. PPNS (Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya)

Cikal bakal berdirinya Politeknik Perkapalan adalah adanya Program Non Gelar PAT (Pendidikan Ahli Teknik) ITS Jurusan Teknik Perkapalan tahun 1979 yang berkampus di Jalan Basuki Rachmad Surabaya. Perubahan struktur organisasi yang berlaku bagi Universitas/ Institut sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 5 tahun 1980, Peraturan Pemerintah No.27 tahun 1981 dan Keputusan Presiden No.58 tahun 1982 mengakibatkan Program- program Non Gelar tadi pada tahun 1982 dikelompokkan menjadi Fakultas Non Gelar Teknologi, yang didalamnya memiliki Jurusan Teknik Perkapalan.

Melalui  program “loan agreement”  dengan World Bank tahun 1986, Pemerintah melalui Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi menawarkan pembukaan Politeknik baru di ITS. Rektor ITS saat itu Ir. Harjono Sigit BS menerima tawaran tersebut dan berdirilah Politeknik Perkapalan Surabaya – ITSPembangunan fisik gedung kuliah langsung dikerjakan, dan pada tahun 1987 adalah tahun pertama Politeknik Perkapalan menerima mahasiswa baru dengan Direktur Prof. Ir. Soegiono dibawah Fakultas Non Gelar Teknologi (FNGT) ITS.

Sejak tahun 1991 berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia  No.0310/O/1991 tentang penataan Politeknik di lingkungan Universitas dan Institut, nama Politeknik Perkapalan FNGT ITS diubah menjadi Politeknik Perkapalan Surabaya dan tidak lagi dibawah struktur organisasi FNGT namun masih merupakan bagian dari ITS.

diambil dari https://ppns.ac.id/profil-ppns/

Beerdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor B-703/1/1995 Tahun 1995 nama Politeknik Perkapalan Surabaya diubah menjadi Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No 6 Tahun 2014 dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No 42 Tahun 2014 maka Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya secara resmi dinyatakan sebagai Perguruan Tinggi yang mandiri dan merupakan satu satunya Politeknik Negeri yang membidangi perkapalan.

Nama PPNS (Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya) dikenal sebagai SHIPS (Shipbuilding Institute of Polytechnic Surabaya).

  1. UPN (Universitas Pembangunan Nasional Veteran)

Periode 1959 – 1965 bernama Akademi Administrasi Perusahaan “Veteran” Cabang Surabaya. Kemudian ditahun 1968 berubah nama menjadi Perguruan Tinggi Pembangunan Nasional (PTPN) “Veteran” Cabang Jawa Timur.

Pada periode 1976 – 1994 terjadi peralihan status PTPN “Veteran” Cabang Jawa Timur sebagai Perguruan Tinggi Kedinasan di bawah pembinaan Departemen Pertahanan Keamanan RI. Setelah itu, 1977 berubah nama menjadi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Cabang Jawa Timur.

diambil dari http://surabaya.tribunnews.com/2017/02/23/inilah-prodi-yang-difavoritkan-diupn-veteran-jatim

Pada tahun 1995 berubah menjadi Perguruan Tinggi Swasta dengan nama UPN “Veteran” Jawa Timur yang secara operasional di bawah pembinaan Yayasan Kejuangan Panglima Besar Sudirman dan secara fungsional di bawah pembinaan Departemen Pertahanan dan Keamanan RI.

Ditahun 2007 UPN” Veteran” Jawa Timur secara operasional di bawah pembinaan Yayasan Kesejahteraan Pendidikan dan Perumahan yang secara fungsional di bawah pembinaan Kementrian Pertahanan RI. Pada 6 Oktober 2014 UPN “Veteran” Jawa Timur berubah status menjadi PTN yang diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono saat acara HUT TNI ke-69 di Surabaya. (HK)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here