BERBAGI
Gejik ciptaan Huda

Inspirasijatim.com – Semakin canggihnya tekhnologi, tidak membuat petani-petani di Lamongan ketinggalan informasi di bidang tekhnologi. Saat ini, salah satu petani di Lamongan berhasil menemukan sebuah alat bantu untuk meringankan kerja mereka.

Adalah Misbahul Huda (35) pria dari Desa Pasarlegi, Kecamatan Sambeng ini membuat alat yang diberi nama Si Puja. Menurutnya, alat ini diklaim mampu mengerjakan 3 pekerjaan sekaligus seperti membuat lubang untuk tanam (nggejik), mengisi benih dan menutup benih.

Selain itu, dirinya menciptakan alat tersebut dikarenakan kondisi lingkungannya yang semuanya bercocok tanam. Untuk mempermudah kerja mereka, akhirnya Huda berinisiatif untuk membuat Si Puja tersebut.

“Inspirasinya karena kebetulan saya kan juga petani dan di sekeliling saya juga petani sehingga membuat alat seperti itu, untuk mempermudah pekerjaan saya saat nggejik,” ungkap Huda saat berbincang dengan awak media, Senin (20/1/2020).

Alat nggejik milik Huda ini terbuat dari bahan pipa besi dan dirancang khusus untuk mempermudah pekerjaan petani. Selain itu, alat ini memiliki pegangan berbentuk seperti setir sepeda dengan dilengkapi tuas rem dan juga 2 roda untuk mempermudah petani nggejik.

Hal ini, menurut Huda, berbeda dengan nggejik tradisional yang selama ini banyak dipake para petani. Jika nggejik tradisional hanya memiliki fungsi membuat lubang, sementara benih ditabur sendiri. Namun, dengan alat ini 3 pekerjaan sekaligus bisa dilakukan dalam satu waktu.

“Gejik tradisional biasanya terbuat dari kayu dengan ujung runcing yang membuat lubang untuk benih tapi dengan alat ini akan memudahkan karena bisa 3 pekerjaan sekaligus,” ujarnya.

Menurut Huda, alat inovasi ciptaannya tersebut awalnya adalah diperuntukan sebagai alat nggejik semata. Namun, lambat laut dengan dimodifikasi lagi alat tersebut mampu melakukan nggejik dan menanam benih sekaligus.

“Lalu saya perbaiki lagi dengan menambah inovasi agar bisa gejik, ngisi benih dan menutup benih,” jelas Huda.

Berkenaan dengan proses pembuatan, Huda membeberkan jika dirinya membutuhkan waktu selama 1 bulan proses pembuatan Si Puja. Sebab, alat-alat ini dibuatnya selama waktu senggang saja dan tidak berbenturan dengan kegiatan mengajar dan bertaninya.

“Pembuatannya ini memang tidak bisa dikerjakan setiap hari, jadi kalau memang waktunya longgar ya dikerjakan. Kalau diakumulasikan ya mungkin sekitar satu bulan. Mulai dari perencanaan, proses pembuatan, uji coba, gagal, diperbaiki lagi sampai selesai,” tutur guru SMK PGRI 1 Lamongan ini.

Rupanya, pengoperasiannya mudah sekali dengan menekan pegangan di stir atau kemudi yang sudah ada lubangnya dan alat tersebut sudah bisa digunakan. Sementara untuk mengisi benih, tinggal menarik tuas rem yang ada di kemudi Si Puja tersebut.

“Sebelum digunakan, benih dan pupuk kita masukan dalam wadah yang sudah ada yang terbuat dari pipa paralon itu,” tambahnya.

Untuk saat ini, pembuatan alat Si Puja secara massal belum dibuka. Huda hanya membuat Si Puja ketika ada pesanan saja.

Alat yang digadang-gadang sebagai pembantu pekerjaan petani ini dibanderol seharga Rp 600 ribu/alat. Tentunya sangat murah jika dibandingkan dengan kemampuan yang dimiliki oleh Si Puja ini.

Bahkan Pemkab Lamongan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinas PMD) telah memesan alat Si Puja ini sebanyak 30 unit.

“Kemarin dari Dinas PMD Lamongan pesan 30 unit dan alat ini juga sempat diikutkan dalam lomba inovasi ke tingkat Provinsi,” ujar Huda.

Huda berharap, ke depan masyarakat dapat mengembangkan alat tepat guna untuk menunjang pertanian di bidang tekhnologi. Kini, Huda sedang mengerjakan pengembangan dari Si Puja agar lebih inovatif dilengkapi dengan sistem hidrolis.

“Sedang coba membuat alat gejik yang menggunakan sistem hidrolis. Pakai hidrolis kopling mobil, sehingga lebih ringan, tapi masih dalam proses pengembangan,” pungkasnya.  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here