Beranda Daerah Asal Usul Multy Cultural Day: Perkenalkan Budaya Kedaerahan

Multy Cultural Day: Perkenalkan Budaya Kedaerahan

673
0
BERBAGI
Multy Cultural Day (foto: IG SASB_UINSA)

inspirasijatim.com – Salah satu identitas bangsa indonesia adalah keberagamannya baik itu sosial budaya,makanan,dll. Hal itu nampak pada acara Multi Cultural Day yang diselenggarakan oleh UINSA (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel) Rabu (11/10/2017). Acara yang berlokasi di kampus UIN Sunan Ampel ini merupakan event tahunan yang melibatkan berbagai macam ORMADA (organisasi mahasiswa daerah) untuk menampilkan kebudayaan, makanan khas, tarian, serta apa saja yang menjadi ciri khas daerah masing-masing.

Multy Cultural Day

Salah satu peserta Multy Cultural Day  berasal dari kumpulan mahasiswa dari Bojonegoro, SASB (sunan ampel student from bojonegoro) yang ikut memeriahkan event tersebut. Acara tersebut dianggap sangat bermanfaat sekali untuk unjuk gigi memperkenalkan kekhas an daerah mereka, Kabupaten Bojonegoro yang berjargon lumbung pangan dan energi. Serta sangat bermanfaat untuk mahasiswa daerah khususnya mahasiswa Bojonegoro yang kuliah di UINSA untuk memperkenalkan segala bentuk identitas yang ada di Bojonegoro.

Kang Yune adalah salah satu kemasan acara di Multy Cultural Day. Duta wisata Bojonegoro yang bertujuan untuk menyalurkan pemikiran pemuda pemudi Bojonegoro yang wadahi oleh dinas pariwisata. Mereka mewakili untuk menjelaskan Bojonegoro dan membawa nama harum Bojonegoro dengan kelincahan berkomunikasi yang memaparkan keadaan Kota tercinta.

Disini mereka menyajikan Tari Mliwis Putih yang dilakukan oleh 5 mahasiswa yang sangat sakral sekali dengan gerakannya yang khas jenogoro. merupakan suatu karya tari garapan atau kreasi baru yang menggambarkan suatu gerak-gerik burung mliwis putih.

Kalau sudah  berbicara kedaerahan tidak lupa juga makanan tradisional. Selain itu SASB menyajikan makanan khas jenogoro, yakni Sego Buwohan. Nasi yang sangat jarang bisa ditemukan, adanya cuma saat ada orang yang punya hajatan nikahan dan sunatan, makanya di sebut makanan yang jarang atau sulit ditemui. rasanya ya sangat tardisional, lauknya Cuma sayur keluwih dan labu.

Ini semua adalah bukti cinta pada tanah kelahiran dengan memperkenalkan budaya kepada public untuk memberikan inspirasi dan inovasi kepada daerah-daerah diseluruh negeri Indonesia. Kalau bukan orang daerah itu sendiri siapa lagi yang mau memperkenalkan tradisi dan identitas suatu daerah, menjaga tradisi jangan sampai luntur.(JF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here