BERBAGI
Para Peserta Melepas Tukik Bersama-sama

Inspirasijatim.com – Memasuki akhir pekan, setiap orang pastinya akan merencanakan liburan ke tempat-tempat yang dianggap sebagai pelepas penat. Maka tak heran jika jauh-jauh hari para wisatawan mulai hunting tempat-tempat yang dianggap ideal sebagai tempat berkumpul dengan keluarga, teman atau pasangan. Bisa saja memilih pegunungan ataupun pantai sebagai wahana rekreasi.

Memasuki weekend kali ini, ada satu tempat yang bisa dijadikan referensi bagi para wisatawan untuk berlibur. Bertempat di pantai Solong, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, kalian bisa menikmati swawisata sekaligus melestarikan binatang langka. Melepasliarkan hewan langka seperti penyu ke habitatnya merupakan pemandangan yang baru dan bisa dinikmati oleh para wisatawan. Selain melepasliarkan, di pantai Solong juga diperkenalkan ilmu tentang penyu dan habitatnya.

Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama antara Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF) dan BKSDA Jawa Timur sebagai upaya melestarikan penyu sebagai salah satu binatang yang dilindungi. Yayasan penggiat pelestarian penyu tersebut telah melepasliarkan 2.250 ekor tukik (bayi penyu) di pantai Solong.

“Ada 50 sarang yang dilepasliarkan. Total tukik yang dilepaskan sebanyak 2.250 ekor,” ujar Vivi Priyanti, Kepala RKW 14 BKSDA Banyuwangi kepada wartawan, Sabtu (11/8/2018).

Kegiatan ini diadakan, sambung Vivi, merupakan upaya untuk mengajak wisatawan lebih peduli dengan lingkungan dan satwa langka.

“Ini juga sebagai sosialisasi satwa langka yang dilindungi oleh Negara. Saya kira efektif dilakukan ketika mereka senang berwisata di Banyuwangi,” sambungnya.

Sementara Pendiri BSTF Wiyanto Haditanojo mengungkapkan, kegiatan ini menjadi bagian sosialisasi dan upaya pelestarian penyu di Banyuwangi. Pihaknya memberikan informasi jika di Banyuwangi terdapat 4 jenis penyu dari 6 jenis penyu yang ada di Indonesia.

Selain sebagai sosialisasi, kegiatan ini juga memberikan edukasi tentang penyu serta pelestarian yang dilakukan nelayan dan relawan penyu yang ada di Banyuwangi.

“Kita memberikan ilmu dan pengetahuan tentang penyu. Tidak melulu wisata dan bersenang-senang. Ini akan memberikan kesan yang baik dan juga kesan mendalam jika hewan yang dilindungi ini juga membutuhkan kita,” ujarnya.

Melalui kegiatan seperti ini, Wiyanto berharap setidaknya muncul rasa ikut memiliki dan peduli terhadap lingkungan di semua kalangan. Semua itu demi mendukung kelangsungan hidup hewan langka tersebut di masa datang.

Kegiatan pelepasliaran tukik ini juga dihadiri Alumni SMP-SMA YPPI Donokerto 1979-1982. Ratusan alumni sekolah tersebut tampak antusias melepas tukik kembali ke habitat aslinya.

Mulyono, salah satu peserta, mengaku banyak tahu seputar penyu setelah mengikuti kegiatan ini. “Banyak pengetahuan baru soal penyu dari sini, katanya.

Dengan berbincang dengan relawan BSTF, Mulyono mengaku lebih mengenal seputar penyu. Mulai habitat, jenis, penetasan, hingga konservasi yang dilakukan untuk menyelamatkan penyu dari kepunahan banyak diperolehnya di Pantai Solong.

Pengalaman inilah yang membuat kegiatan ini menjadi lebih gayeng dan hidup. Tidak sedikit dari peserta yang penasaran dengan anak penyu tersebut. Bahkan, di antara mereka tampak ada yang sedikit geli saat memegang langsung tukik yang disiapkan dalam bak plastik berisi air.

“Rasanya geli juga pegang tukik. Gerakannya lincah,” ujar salah satu peserta, Fahri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here