BERBAGI
Atis Setiawan

Inspirasijatim.com –  Bagi Atis Setiawan, jalan politik yang ia babaki saat ini haruslah bisa bermanfaat bagi sesama manusia. Sebab, jalan politik sebagai calon Kepala Desa Kedungturi tidak hanya berbicara tentang distribusi kebijakan dan kepentingan akan kuasa, melainkan tentang kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat desa.

Dilahirkan di Kabupaten Sidoarjo pada tanggal 20 bulan Juni tahun 1988, silam, pria yang akrab disapa mas Atis ini memulai pendidikan awalnya di MI Mufidah Kedungturi, Taman. Setelah menempuh jenjang pendidikan tingkat dasar, barulah beliau melanjutkan ke jenjang pendidikan tingkat selanjutnya di SLTP YPM 1 Taman. Lepas SLTP, beliau memilih untuk melanjutkan pendidikannya di MA Al Ma’arif Singosari, Kabupaten Malang.

Setelah merantau ke kabupaten yang terkenal dengan buah apelnya, rupanya tidak menuntaskan rasa hausnya akan ilmu. Akhirnya mas Atis memutuskan untuk mencicipi dunia pendidikan yang lebih tinggi. Di tahun 2007, beliau mulai memasuki bangku perkuliahan di kota yang terkenal akan sejarah kepahlawanan, Surabaya. Di Institut Agama Islam Negeri Surabaya inilah ia berlabuh untuk menempa diri dan berproses.

Memasuki bangku perkuliahan yang penuh dengan dinamika, Mas Atis akhirnya memilih untuk berproses dan berkader di PMII. Di organisasi inilah beliau digodok untuk menjadi seorang aktivis pergerakan.

Atis Setiawan

Sebagai seorang aktivis pergerakan, Mas Atis selalu berpegang teguh pada Hadist Nabi yakni “Khairunas Anfa’uhum Linnas” yang memiliki pengertian untuk menjunjung tinggi prinsip kebermanfaatan bagi manusia. Konsep itulah yang hingga kini tetap menjadi navigasi Mas Atis dalam mengarungi kehidupan sosial maupun politik.

Menjabat sebagai Sekjen Senat Mahasiswa Tarbiyah periode 2010-2011, menempanya menjadi sosok pemimpin yang egaliter dan supel. Karakteristik dan belajar di kampus yang terkenal dengan pemikirannya yang progresif, tentunya membuat Mas Atis tertantang untuk membuat terobosan baru dalam setiap kebijakannya.

***

Atis Setiawan

Pasca lulus sebagai sarjana, ruang-ruang publik tak serta merta ditinggalkannya. Terbukti, di tahun 2012 hingga 2015 masih dipercaya untuk menjadi bagian Tim Pemberdayaan Masyarakat di Lembaga Asosiasi Masyarakat Pinggiran (Asmara). Di lembaga ini lah beliau menempa diri dan mengabdi untuk kepentingan masyarakat, utamanya di desa Kedungturi, Kecamatan Taman.

Di tahun 2013-2014, Mas Atis masih dipercayai sebagai Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) Desa Kedungturi. Mendapat posisi ini tidaklah mudah, karena didasari oleh track record yang memiliki integritas dan kapabilitas. Namun, lembaga KPU mempercayai sosok Mas Atis untuk mengemban amanah besar ini.

Selanjutnya, setelah dipercaya untuk menjadi PPL di Desa Kedungturi, karir Mas Atis semakin menanjak. Sosoknya diamanahi tugas untuk menjadi salah satu tim Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Desa Kedungturi. Posisi ini merupakan posisi kunci bagaiaman proses demokrasi berjalan. Dan, tugas ini dijalankannya dengan penuh semangat dan bertanggung jawab.

Pengalamannya menjadi bagian dari lembaga yang menyangga salah satu pilar demokrasi di negara ini, menuntunnya menjadi pengabdi masyarakat di tingkat desa. 2016 menjadi awal yang baik bagi karir Mas Atis untuk menapaki keinginannya menjadi pelayan publik. Dia ditunjuk sebagai Pendamping Desa Pemberdayaan (PD P) di Lembaga P3MD Provinsi Jawa Timur untuk mengawasi dana desa dan alokasinya. 

Cita-citanya untuk menjadi orang yang bermanfaat untuk semua orang barangkali telah menapaki jalurnya. Dan, kesempatan itu hadir tatkala Mas Atis telah matang di bidang pemerintahan maupun keorganisasian meski usianya tergolong muda.

Terbukti ketika mengikuti tes tulis calon kepala desa, Mas Atis mendapat nilai tertinggi. Hal ini menunjukkan bahwa Mas Atis memahami secara luar dalam tentang pemerintahan di desa.

Mendapat nomer urut 2 dalam pemilihan Kepala Desa Kedungturi bukanlah menjadi halangan baginya. Sebab, nomer urut hanyalah embel-embel dalam proses kontestasi pemilu. Sementara, kerja nyata merupakan karakter dirinya untuk mensejahterakan masyarakata Kedungturi ketika dia terpilih menjadi kepala desa Kedungturi. 

Pengalamannya di dunia organisasi dan pemerintahan yang ditekuninya, bakal menjadi modal besar jika terpilih nantinya. Tentu dibarengi dengan karakternya yang egaliter dan supel, menjadikan dirinya sebagai sosok yang mampu memimpin Kedungturi ke depan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here