BERBAGI
Achmad Amir Aslichin atau Mas Iin saat bercengkrama dengan petani

Inspirasijatim.com – Muda, Visioner dan dan Berani Berubah, barangkali tiga kata itu mewakili bayangan kita terhadap sosok H. Achmad Amir Aslichin, S.H., B.PD, B.PC, pemimpin masa depan Sidoarjo yang mampu menjawab berbagai tantangan di masa depan.

Pria yang murah senyum dan bersahaja ini banyak dikenal oleh semua lingkup elemen masyarakat Sidoarjo sebagai pribadi yang low profil. Selain itu, pria yang akrab disapa ‘mas Iin’ ini adalah tokoh muda yang matang di berbagai bidang pengabdian. Baik di bidang pemerintahan maupun di organisasi kemasyarakatan.

Lahir di kota yang terkenal akan udangnya ini pada 5 Juni 1977, Mas Iin tumbuh dan besar dalam kultur nahdliyin. Tak pelak, tempaan keluarganya tersebut menjadikan mas Iin menjadi sosok yang religius dan ta’dzim terhadap Orang Tua, Guru dan Ulama. Tidak hanya itu saja, kepeduliannya kepada sesama, adalah sifat bawaan yang diperolehnya dari keluarga besar yang dikenal memiliki jiwa sosial tinggi dari generasi ke generasi. Pun, keberaniannya dalam mengambil keputusan diturunkan dari kedua orang tua, yang tegas dalam mendidik anak-anaknya. Hal ini pula yang menjadikannya menjadi sosok yang mandiri dan tidak bergantung pada orang tua.

Sejak usia muda, kemampuan akademik dan daya intelektual Mas Iin sudah terlihat menonjol. Kondisi ini membuatnya mudah untuk masuk sekolah negeri favorit yang ada di Sidoarjo. Setelah lulus dari SMP Negeri 1 Sidoarjo dan SMA Negeri 1 Sidoarjo, ia melanjutkan studi ke Australia hingga meraih dua gelar Sarjana di bidang Perencanaan dan Desain (Bachelor of Planning and Design) serta bidang Properti dan Konstruksi (Bachelor of Property and Construction) dari The University of Melbourne.

Tidak berhenti di situ, tekad untuk menambah kualifikasi akademik membawanya berkuliah lagi di Universitas Airlangga hingga meraih gelar Sarjana Hukum.

Jalan politik semakin menempanya menjadi pemuda yang matang di bidang pemerintahan. Terbukti, ia adalah anggota legislatif yang mewakili Sidoarjo di DPRD Provinsi Jawa Timur periode 2019-2024. Berbagai kebijakan dan kemampuannya dalam merepresentasikan sebagai sosok pemuda yang inspiratif turut mengantarnya menjadi anggota DPRD selama dua periode di Sidoarjo (2009-2014 dan 2014-2019).

Dengan usia yang masih muda, dirinya didapuk menjadi ketua Fraksi PKB di lembaga legislatif. Sebuah posisi yang prestisius bagi kalangan politisi yang berada di ranah legislatif.

Tidak hanya sukses di ranah politik, rupanya mas Iin merupakan sosok pengusaha muda yang berhasil mengembangkan bisnis hingga mampu menyerap banyak tenaga kerja. Barangkali karena latar pendidikannya ketika di Australia dan diterapkannya di Sidoarjo menjadi bekal yang cukup dalam membabaki dunia usaha dan membuka lapangan pekerjaan yang luas.

Di usianya yang menginjak kepala empat ini, mas Iin sukses menjadi pengelola tambak udang dan bandeng. Bisnisnya juga menjalar ke bidang alat-alat dapur hingga memiliki pabrik sendiri. Dan, bisnis mas Iin juga merambah di bidang developer dan kontraktor.  

Di sela kesibukannya sebagai anggota DPRD Provinsi, Mas Iin juga aktif membina berbagai organisasi kepemudaan, olah raga, kewirausahaan dan sosial kemasyarakatan di Sidoarjo. Seperti Pendiri Forum Komunikasi Peduli Sidoarjo dan Founder Sidoarjo Bisa yang bergerak di bidang UMKM. Selain itu, mas Iin merupakan inisiator pesona desa Sidoarjo yang bergerak untuk mengenalkan dan mengembangkan potensi desa-desa di Sidoarjo dalam segi ekonomi dan pariwisata.

Dari berbagai pengalaman dan latar belakang tersebut, sehingga berbagai elemen masyarakat menginginkan agar mas Iin menjadi orang nomer satu di Sidoarjo. Selain itu, banyak masyarakat yang percaya bahwa Mas Iin sebagai sosok terdepan yang dapat membawa Sidoarjo bersaing dengan Surabaya dalam berbagai kebijakan di segala lini sektor. Mendapat aspirasi yang sedemikian besar tersebut, membuat mas Iin susah untuk menolaknya dan berniat untuk maju dalam kontestasi Pilkada Sidoarjo yang akan berlangsung pada akhir tahun nanti.

Untuk itu, Bacabup Sidoarjo ini sudah menyiapkan beberapa program dan terobosan kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan, diantaranya pengembangan sistem transportasi massal, revitalisasi sentra-sentra industri kecil dan menengah, pembangunan RTH Komprehensif, pasar modern perikanan, menjadikan Sidoarjo sebagai destinasi bermacam-macam wisata, dan lain sebagainya.

Ia juga mendorong percepatan pembangunan, dengan tambahan alokasi anggaran Rp. 300-500 juta per Dusun per Tahun untuk infrastruktur dasar, pemberdayaan ekonomi dan pengembangan SDM.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here