BERBAGI
Salah Satu Mahasiswa Sedang Asik Melihat Karya Mahasiswa Jurusan Arsitektur UK Petra Surabaya Yang Dipamerkan

Surabaya, Inspirasijatim.com – Surabaya menyimpan segudang sejarah yang bisa kita rasakan hingga saat ini. Banyak catatan yang menunjukkan tentang cagar budaya maupun tempat bersejarah lainnya yang ada di kawasan ini. Salah satunya di Kawasan Darmo. Dengan banyaknya bangunan cagar budaya, Dharmo menjadi menjadi tempat yang memiliki nilai sejarah, namun juga punya potensi sebagai kawasan bisnis yang menguntungkan di Surabaya.

Untuk melestarikan cagar budaya tersebut, mahasiswa arsitektur Universitas Kristen Petra Surabaya mengeksplorasi kawasan Darmo dalam pameran desain tematik. Menurut Gunawan, salah satu penyelenggara, pameran ini dirancang untuk tugas mata kuliah jurusan arsitektur UK Petra Surabaya.

“Pameran ini tugas mata kuliah merancang tematik menghadirkan 66 karya yaitu poster, maket kawasan gambaran perencana, dan maket bangunan,” ujar Gunawan saat ditemui pada Selasa, (20/3/2018).

Pameran ini juga merangkum karya desain grafis bangunan fasilitas seni dan komersial yang bersifat publik di kawasan Darmo, tepatnya di tepi Jl. Dr. Soetomo, berdekatan dengan lokasi Taman Korea.

“Karena di kawasan Darmo, khususnya jalan Dr. Soetomo ini terdapat potensi Taman Korea yang dibangun tahun 2010, tetapi kebanyakan kaum muda saat ini tidak menyadari keberadaannya, dan kawasan perumahan kuno ini sedang memunculkan dilema sebagai hunian tempat tinggal atau bisnis,” tutur Rully Damayanti, ST, M. ART, Ph. D, salah satu dosen arsitektur UK Petra.

Selain itu, lanjut Rully, mahasiswa yang ikut dalam pameran ini diharapkan untuk selalu memperhatikan dampak ekologi perkotaan.

“Diharapkan para calon arsitek muda ini memperhatikan kelestarian ruang terbuka hijau dan kaitan satu sama lainnya agar bangunan di kawasan perkotaan ini tidak bersifat egois. Harus membuat desain yang menyikapi aspek-aspek kota dan permasalahannya seperti sejarah kawasan dan bangunan,” pungkas Rully.

Dalam kegiatan pameran ini setiap peserta diminta untuk melakukan dua tahapan yakni pembuatan blok plan dan desain bangunan secara individual. Tahapan pertama melalukan desain kawasan yang mana merupakan tugas kelompok dilaksanakan selama 5 minggu kemudian dilanjutkan dengan mendesain bangunan individu selama 10 minggu.

Dengan adanya pameran ini, menurut Wisnu, dapat mengasah kepekaan para mahasiswa di jurusan arsitektur untuk mempertimbangkan lingkungan sekitar.

“Dari pameran ini kami yakin bahwa desain arsitektur, harus peka terhadap lingkungan sekitar. Hal ini diimplementasikan dengan bentuk skala bangunan, ketinggian bangunan, penataan letak bangunan dan orientasi, serta pilihan material ruang luar. Sehingga menciptakan arsitektur yang kontekstual,” pungkas Wisnu salah satu mahasiswa peserta pameran.[mm]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here