BERBAGI
foto diambil dari : http://blognyasetiyo.blogspot.co.id/2014/12/lontong-balap-garuda-surabaya.html

inspirasijatim.com, Surabaya- Lontong balap. pasti sebagian orang mengerutkan dahi, mendengar perkataan itu. Pikiran sebagian orang mesti  berfikiran Valentino Rossi, atau Michael Schumacher lagi makan lontong balap dengan mengendari Kuda Besi mereka.

Eitss. Tunggu dulu, bukan itu kok maksudnya. Lontong balap adalah makanan khas Indonesia yang merupakan ciri khas kota Surabaya di Jawa Timur Makanan ini terdiri dari Lontong, Taoge, tahu goreng, lentho, bawang goreng,kecap , dan sambal. Lontong balap terdiri dari lontong (nasi yang dibungkus daun pisang) yang diiris-iris dan di atas irisan lontong ini ditumpangi irisan tahu dan remasan beberapa lentho (bulatan kecil sebesar ibu jari dan dipencet ini bentuk lentho asli lontong balap, berbeda dengan lentho yang dipakai sekarang), kemudian di atasnya ditumpangi kecambah setengah matang yang porsinya terbanyak dalam hidangan, setelah itu diambilkan kuah secukupnya, sambal dan kecap disesuaikan selera pembeli. Makanan ini dihidangkan dengan pasangannya yaitu, beberapa tusuk sate kerang.

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat surabaya, Lontong Balap ini awalnya dijajakan oleh para penjual dengan membawa kemaron (wadah yang terbuat dari tanah liat). Pada zaman dahulu mereka menjajakannya ke pasar dengan memikul kemaron tersebut. Karena banyaknya penjual Lontong Balap dan terbatasnya kapasitas pasar, kemudian mereka cepat-cepat untuk mengambil tempat yang ada di pasar untuk berjualan. Istilah di balapan yakni Perebutan Posisi, heehehe. Dari perjalanan mereka yang terkesan balapan itulah kemudian lontong yang mereka jajakan disebut Lontong Balap.

Penjual Lontong Balap di Surabaya pada awalnya didominasi oleh penjual dari Kampung Kutisari dan Kendangsari (daerah di Surabaya bagian selatan yang dikenal sebagai daerah asal Lontong Balap ini). Kebanyakan dari mereka menjajakan Lontong Balap mereka di Pasar Wonokromo, sehingga banyak juga yang menyebutnya Lontong Balap Wonokromo. Seiring perkembangan zaman, Lontong Balap sudah jarang dijajakan dengan menggunakan kemaron, mereka menggantinya dengan menggunakan Gerobak agar lebih mudah. Namun walaupun begitu, nama Lontong Balap tetap digunakan hingga sekarang.

Karena kekhasnya, Lontong Balap ini menjadi salah satu makanan yang sangat diminati oleh masyarakat atau para wisatawan yang datang ke Surabaya. Di Surabaya sendiri banyak warung makan yang menjajakan makanan ini, salah satu yang bisa dibuat rujukan adalah Lontong Balap pak gendut.

Lah, sudah tidak bingung lagi kan, masak Rossi balapan sambil makan lontong. Gak mungkinlah. Baru kalau sebelum balapan, biar gak kalah dengan Marquez, Rossi mengisi stamina dengan Lontong Balap. Hehehe (HK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here