BERBAGI
Udeng khas suku Using ini sedang diburu banyak orang sejak dipopulerkan Bupati Banyuwangi Azwar Anas

Inspirasijatim.com – Di Banyuwangi, kain batik tidak hanya dibuat untuk baju saja. namun juga bisa dijadikan bahan utama untuk membuat udeng warga Using (suku khas Banyuwangi) yang sedang ngetrend dan banyak diburu masyarakat.

Awalnya, bahan untuk pembuatan udeng hanya berupa lembaran kain semata. Dengan kreativitas Haidi Bing Slamet (38) penutup kepala laki-laki tersebut bisa digunakan oleh siapapun tanpa harus ribet mengikatkan terlebih dahulu di kepala.

Berkenaan dengan ukuran disesuiakan dengan ukuran songkok. Kain lembaran ukuran 1×1 meter dibuat terlebih dahulu menjadi udeng. Kemudian dijahit dan disesuaikan dengan bentuk udeng.

Pemanfaatan batik khas Banyuwangi untuk udeng ini sebenarnya sudah dilakukan sejak lama. Batik yang digunakan pun bermacam-macam. Mulai dari batik gajah uling, totogan, kangkung setingkes, kopi pecah, paras gempal dan berbagai motif khas lainnya.

“Alhamdulilah udeng batik buatan saya banyak yang minat. Ini lagi antre yang pesen,” kata Haidi saat ditemui di Gerai Uni Using miliknya, Kamis (3/10/2019).

Dalam sehari, Haidi mampu memproduksi udeng batik hingga 20 buah. “Kalau kayak sekarang, sehari saya bisa buat 15 sampai 20 udeng. Tapi kalau sepi, bisa 5 sampai 10 buah saja,” bebernya.

Harga satu buah udeng batik hasil kreasinya cukup bervariasi. Haidi mematok harga dari kisaran Rp 150 ribu hingga Rp 350 ribu per buah. Tergantung pada kualitas dan jenis batik yang digunakan.

“Kalau batik tulis lebih mahal dibandingkan batik cap. Batik tulis yang saya gunakan dari perajin lokal. Ada gajah oling, totogan, kangkung setingkes dan lain-lain,” tambahnya.

Salah satu kelebihan udeng buatannya, ungkap Haidi, terletak pada segi artistik dan kenyamanan ketika memakai.

“Menurut teman-teman yang beli ke saya, pas dipakai seperti bikinan manual. Itu yang mereka harapkan. Dipakai juga nyaman, karena bahannya dari batik tulis,” ungkapnya.

Tak heran jika Haidi kebanjiran pesanan dari beragam lapisan masyarakat mulai dari kalangan pejabat, seniman, tokoh masyarakat, maupun wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi. Tak jarang dia juga menerima orderan dari luar daerah.

Omzet dari penjualan udeng khas suku Using terbilang besar. Dalam sebulan, Haidi bisa meraup keuntungan hingga Rp 15 juta.

“Rata-rata sehari dapat dari hasil penjualan itu sekitar Rp 500 ribuan lah kira-kira,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here