BERBAGI
foto diambil dari http://www.indomangga.web.id/2013/01/lambang-jawa-timur-dan-jer-basuki-mawa.html

inspirasijatim.com,-Pernah mendengar kata Jer Basuki Mawa Beya. Betul, itu adalah kata-kata yang digunakan oleh Provinsi kita, Jawa Timur, sebagai bagian dari motto resmi Provinsi Jawa Timur. Disamping Lambang Jawa Timur lainya yakni perisai dengan bentuk dasar segi lima. Lambang ini terdiri dari gambar bintang, tugu pahlawan, gunung berapi, pintu gerbang candi, sawah ladang, padi kapas, bunga, roda dan rantai.

Sebelumnya, kata Jer Basuki Mawa Beya belum menjadi motto resmi Jawa Timur. Baru melalui Peraturan Daerah Propinsi Dati I Jawa Timur Nomor 3 Tahun 1974 dengan menambahkan kata ‘Jer Basuki Mawa Beya’ sebagai motto Jawa Timur. Yang sebelumnya hasil penyempurnaan Peraturan Daerah Propinsi Jawa Timur Nomor 3 Tahun 1966 tentang Penetapan serta Penggunaan Lambang Daerah Jawa Timur. Mengalami penyempurnaan melalui Peraturan Daerah Propinsi Jawa Timur Nomor 7 Tahun 1973.

Menurut peribahasa Jawa, Jer Basuki Mawa Beya Tegese kanggo mujudake idham-idhamane, manungsa perlu ngetokake ongkos utawa pangorbanan sing samurwat. Sing dikarepake ongkos utawa pangorbanan ora mung awujud bandha donya, nanging uga sing magepokan karo patrap lan batin. Kayata, nyambut gawe tumemen, jujur, sabar, lan sapanunggalane. Tegese ora ana gegayuhan bakal kaleksanan yen mung dilakoni kanthi ongkang-ongkang.

Sing baku unen-unen iki aja diplesetake, jalaran nggegegi paribasan iki. Tegese, mbenerake sadhengah cara utawa rekadaya kang salah sajroning mujudake gegayuhan. Contone kepengin enggal sugih banjur wani kendel korupsi, nyogok mrana-mrene amrih lancar dalane.

Jer Basuki Mawa Beya artinya untuk mendapatkan apa yang dicita-citakan, manusia senantiasa memerlukan biaya (ongkos) maupun pengorbanan yang sebanding. Biaya atau pengorbanan di sini tidak hanya berupa harta benda, tetapi juga “ongkos perbuatan” dan “ongkos batin”. Misalnya kerja keras, sikap jujur, sabar, dan sebagainya. Artinya, tak ada cita-cita yang dapat dicapai hanya dengan berpangku tangan.

Hal yang terpenting, peribahasa ini jangan diputar balik, hanya dengan menelan entah-mentah artinya. Maksudnya, membenarkan perbuatan salah demi mewujudkan cita-citanya. Contohnya, ingin cepat kaya kemudian berani korupsi, menyuap sana-sini, untuk melicinkan usaha yang ditempuh.

Sebagai motto Jawa Timur, Jer Basuki Mawa Beya senantiasa menjadi landasan untuk menggugah kesadaran berkorban dalam gairah usaha membangun guna mencapai kebahagiaan bersama. Selain itu, motto tersebut mempunyai nilai yang bersejarah karena merupakan sebagian dari perkembangan Jawa Timur dalam suasana pelaksanaan pembangunan untuk mengisi kemerdekaan Indonesia, yang menjadikan Jawa Timur mengalami kemajuan pada banyak bidang dalam rangka pembangunan nasional.

Jer Basuki Mawa Beya adalah pesan untuk kita semua: Perorangan, keluarga, masyarakat dan pemerintah. Semangat Jer Basuki Mawa Beya membangunkan kita semua untuk meningkatkan keikhlasan berkorban, meningkatkan partisipasi dalam pembangunan di segala bidang untuk mengisi kemerdekaan yang telah kita bayar dengan Beya darah dan air mata.

Semoga kita semua bisa membawa spirit dari motto Provinsi kita. Spirit kerja keras, sikap jujur, sabar, keikhlasan dan rela berkorban dalam hal apapun. Jangan sampai spirit ini terbalik menjadi KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme) malah merasuk kedalam kita. Yuk semangat Jer Basuki Mawa Beya. (MAD)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here