Beranda Daerah Asal Usul Inspirasi Kehidupan Falsafah Jawa

Inspirasi Kehidupan Falsafah Jawa

657
0
BERBAGI
foto hanya ilustrasi (foto: dahsyat.net)

inspirasijatim.com – Filosofi Jawa bahasa umumnya dikalangan orang jawa, unen-unen yang berarti peribahasa untuk menata kehidupan manusia. Pada zaman modern, arti dari ungkapan filosofi Jawa ini sudah mulai jarang terdengar bahkan banyak dari orang jawa tidak dapat memahami ungkapan tersebut secara utuh. Filosofi atau filsafat Jawa adalah warisan budaya yang mampu menambah wawasan kebijaksanaan dan mampu mengajarkan hidup kita agar  senantiasa Eling lan Waspodo (ingat dan waspada) dan berlaku terus sepanjang waktu.

Disini kami akan memberikan 5 filosofi Jawa yang sering di gunakan untuk menata kehidupan orang jawa

  1. Nrimo Ing Pandum (Menerima Pemberian Dari Yang Kuasa)

Filosofi Jawa ini mengajarkan kita untuk bersikap jujur, ikhlas, dan menerima dengan lapang dada apapun hasil dari usaha yang telah dikerjakan. Setiap pemberian rezeki itu sudah ada yang mengaturnya dari yang kuasa. Tinggal bagaimana usaha dan doa kita, untuk dapat memaksimalkan rezki kita yang telah diatur oleh yang maha kuasa.

  1. Urip Iku Urup (Hidup Itu Nyala)

Filosofi Jawa ini memberi makna bahwa hidup hendaknya bisa memberikan. Kehidupan kita di dunia ini bukan hanya untuk kita sendiri tetapi kehidupan kita di dunia ini semestinya dapat bermanfaat dan berguna untuk orang disekitar kita

  1. Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara (Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan, serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak)

Filosofi Jawa ini memberi makna bahwa kita harus mengusahakan kesejahteraan dan kebahagiaan keluarga, kita juga harus ikut berperan memerangi sifat buruk angkara murka. Sifat angkara murka dan tamak adalah awal dari kerusakan moral seseorang yang harus dijauhi. Dunia ini dengan segala anugrah dan keindahan itu memanglah diciptakan untuk jadi tempat hidup yang damai, aman dan menyenangkan untuk umat manusia.

  1. Ojo Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman (Janganlah terobsesi oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi)

Filosofi Jawa ini memberi makna bahwa kita umat yang maha esa jangan sampai terperdaya dengan kehidupan duniawi. Kita juga harus sadar bahwa kehidupan dunia kita yang sekarang hanya kehidupan sementara saja. Keinginan akan jabatan posisi kekayan dan semua kepuasan bukan sebagai tujuan akhir.

  1. Ojo Kuminter Mundak Keblinger, Ojo Cidro Mundak Ciloko(Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah, jangan suka berbuat curang agar tidak celaka)

Filosofi Jawa ini memberi makna bahwa kita merasa paling bisa dan paling pandai adalah tabiat yang tidak baik, karena bisa membuat kita sombong dan menjadikan kita lupa akan siapa yang membuat kepintaran. Hendaklah kalian yang berilmu gunakan ilmu untuk kebaikan kamu, keluargamu dan orang di sekitarmu. Janganlah kau gunakan ilmu mu untuk melakukan kecurangan atau membodohi orang lain agar hidup kita tidak celaka oleh ilmu dan ulah yang kita ciptakan.[JF]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here