BERBAGI
Ikhwan Arief

Malang, Inspirasijatim.com – Ikhwan Arief, laki-laki kelahiran banyuwangi, 6 April 1984 tersebut merupakan sosok dibalik keindahan Pantai Bangsring. Dia tidak terlahir dari orang yang kaya raya, yang bisa menggunakan uang dan kekayaannya untuk minciptakan perubahan. Namun, dengan tekad yang kuat Mas Ikhwan, panggilan akrab Ikhwan Arief ini bisa menciptakan perubahan.

Bukan hal yang mudah, sebagai pemuda asli bangsring, untuk menciptakan pantai bangsring seperti saat ini. Dikarenakan masyarakat desa yang kebanyakan mata pencahariannya sebagai nelayan. Metode penangkapan dengan menggunakan bom ikan maupun racun potassium sianida untuk mendapat ikan.

Tidak hanya ikan, para warga juga terbiasa mengambil terumbu karang untuk digunakan sebagai bahan bangunan ataupun hiasan aquarium. Akibatnya, hanya tersisah 18% ikan dan terumbu karang yang tersisa di daerah Pantai Bangsring.

Dengan kebiasaan masyarakat desanya tersebut. Ikhwan emulai melakukukan konservasi pada tahun 2008. Bersama 30 orang nelayan, mendirikan Kelompok Nelayan Samudera Bakti. Awal mulanya, banyak tantangan dan tentangan yang dihadapinya dari nelayan. Tak terkecuali oleh ayahnya sendiri. Karena hal ini, dianggap akan merusak kultur maupun tradisi nelayan dalam mencari ikan.

Namun, seiring berjalannya waktu. Nelayan yang dahulunya menolak, kemudian berbalik mendukung dan mengikuti jejaknya. Mereka tersadar, apabila mereka melakukan penangkapan dengan merusak, maka pendapatnnya akan berkurang juga. Alhasil, sekarang nelayan bisa merasakan hasilnya.

Bersama kelompok nelayan, Ikhwan menggabungkan nilai konservasi dengan nilai ekonomis. Pada tahun 2014, Pantai Bangsring resmi dibuka sebagai lokasi wisata. Kini para nelayan mendapatkan alternatif penghasilan dengan tidak merusak lingkungan, namun mendapatkannya dari sektor pariwisata yang ikhwan kembangkan.

Menurut Ikhwan, yang juga kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan yang hari ini menjabat sebagai Sekreraris Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa (Garda Bangsa) Banyuwangi. Tidak ada tiket masuk untuk pariwisata, pengunjung hanya cukup membayar parkir kendaraan Rp. 3.000 untuk motor dan Rp. 5.000 untuk mobil.

Selain itu untuk biaya menyeberang ke Rumah Apung hanya Rp. 5.000 per orang. Anda juga dapat menyewa fasilitas lain seperti

Bola Air Rp. 30.000

Banana Boat Rp. 5.000 per orang

Perahu Kano double Rp. 40.000 per 60 menit

Perahu Kano Tunggal Rp. 30.000 per 60 menit

Diving khusus pemula Rp. 150.000 per 15 menit

1 set alat diving + guide Rp. 800.000

1 set Sirip Rp. 15.000

Kamera underwater Rp. 150.000 per unit dan chasing water proofnya Rp. 35.000.

Bagi yang hanya ingin menikmati udara dari bibir pantai dapat menyewa kursi pantai seharga Rp. 5.000 per 60 menitnya.

Salah satu yang menjadi ciri khas dari pantai Bangsring selain keindahan underwaternya adalah Rumah Apung. Di dalam bangunan ini terdapat 4 kolam berisi ikan hias, Kerapu, Lobster dan Ikan Hiu. Anda juga bisa berenang dengan Ikan Hiu. Namun tak perlu khawatir karena disini sudah ada pemandunya serta hiu tersebut juga sudah diberi makan sebelumnya jadi anda tidak perlu takut ketika bermain-main dengan hiu tersebut.

Selain itu anda juga tetap dapat menikmati wahana lain seperti snorkling dan diving untuk melihat keindahan terumbu karang disini. Wahana perahu kano ,banana boat serta balon air juga menjadi rekomendasi ketika berwisata disini. Satu lagi yang tidak boleh anda lewatkan ketika berada disini adalah Pulau Tabuhan.

Banyak orang menyebutnya surga terpencil yang digadang-gadang akan menjadi ‘Maladewa’ Indonesia tersebut sangat sayang sekali jika anda lewatkan ketika berada di Bangsring. Sekarang Pantai Bangsring sekarang ditetapkan sbai Zono pelindungan Bersama (ZPB) dan dikenal dengan sebutan Bungsring Underwater (Bunder). (leo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here