BERBAGI
Bupati Pamekasan Badrut Tamam atau Ra Badrut di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta

Inspirasijatim.com – Bupati Pamekasan Badrut Tamam mengaku puas dan bangga dengan para pelaku budaya yang tampil pada Pagelaran Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur. Terkhusus untuk para seniman yang berasal dari Pamekasan.

Untuk itu, dirinya berharap akan lebih banyak seniman lain yang lahir dari tanah Bumi Gerbang Salam tersebut.  

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak. Bangga dengan penampilan para seniman kami. Berharap Kabupaten Pamekasan dapat bergeser dari satu daerah yang biasa menjadi luar biasa,” kata Ra Badrut, sapaan akrabnya, di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (14/7/2019).

Sebab, menurut politisi muda dari PKB tersebut kebudayaan memiliki berbagai macam makna yang bisa ditafsirkan. Terlebih, budaya juga memiliki unsur yang dapat menciptakan hubungan konstruktif bagi masyarakat. Unsur tersebut meliputi seni, olahraga, ideologi dan komunitas.

“Elemen budaya tersebut memiliki fungsi komunal. Dapat menjadi penanda jati diri bangsa, kebanggaan, sekaligus mempererat rasa kesatuan bangsa,” tambah Ra Badrut.

Seni, menurut pembina duta seni Kabupaten Pamekasan tersebut lahir dari rasa, karsa, kemudian menjadi cipta. Olahraga mempunya makna profan. Sementara ideologi (Pancasila) mampu menumbuhkan semangat nasionalisme, serta komunitas menjadi tempat pertemuan orang dari berbagai latar belakang.

“Keempat hal ini dapat mempertemukan orang di dunia dalam pranata estetik dan reaktif; leasure time. Dari empat hal ini juga warga Pamekasan datang ke Anjungan Jawa Timur, untuk menyaksikan hasil olah rasa, karsa, kemudian menjadi cipta. Di dalamnya ada karya seni pertunjukan; drama, tari, musik, lagu, seni kriya batik, dan seni lainnya yang menciptakan atmosfir budaya Pamekasan,” tutur Ra Badrut.

Untuk itu, bupati muda tersebut berharap agar sinergitas Pemerintah Kabupaten Pamekasan dan Sub Bidang Pengelolaan Anjungan Badan Penghubung Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Timur, selaku pelaksana program dapat terus berlanjut.

Untuk diketahui, pagelaran ini diawali dengan tari penyambutan ‘Kapencot Ateh’. Disusul kemudian dengan gerak, lagu dan musikalisasi puisi ‘Rokat’, lagu ‘Bhatek Mekasen’ dan lagu ‘Pamekasan Hebat’ serta lagu ‘Purnama Pengghir Sereng’ dan lagu ‘Len Bulanen’.

Sebagai pamungkas pertunjukan, para duta seni asal Kabupaten Pamekasan ini menampilkan karya tari ‘Nengnong’. Lalu nyanyian daerah ‘Kerapan Sapi’ dan ‘Sape Sono’, serta ditutup dengan pertunjukan sendratari ‘Durrahem dan Marlena’.

Kerajinan seni batik khas Pamekasan juga menjadi karya unggulan yang ditampilkan pada acara duta seni budaya Jawa Timur. Gerak, lagu dan tari diakselerasi dengan berbagai penampilan model yang memperagakan sejumlah karya batik Pamekasan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here