BERBAGI
Abah Mustain Anshori menunjukkan buah kurma dari kebunnya

Inspirasijatim.com – Biasanya, pohon kurma hanya tumbuh di tempat kering seperti negara-negara Timur Tengah. Namun, saat ini kurma juga bisa tumbuh di iklim tropis seperti Indonesia.

Meski masih dalam tahap percobaan, namun kurma yang dibudidayakan oleh Abah Mustain Anshori ini sudah berlangsung selama 4 tahun.

Pria yang juga pengasuh di Ponpes Pari Ulu ini tertarik membudidayakan kurma lantaran terobsesi dengan cerita pada abat ketujuh atau zaman Kerajaan Kalingga di Jawa Tengah. Yang mana atap bangunan kala itu berasal dari daun tal atau plum, sejenin dedaunan kurma.

“Saya sudah melakukan penelitian dan budidaya kurma sejak 4 tahun lamanya. Alhamdulilah hasilnya baik. Selain saya ingin meningkatkan taraf hidup masyarakat, saya juga tertarik menggantikan pohon kelapa dengan kurma. Hal itu berdasar cerita pada abad 7 mengenai bangunan kuno jawa dari daun tal atau plum,” kata Abah Anshori saat ditemui di ponpesnya, Desa Sumbercangkring, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Senin (22/7/2019).

Menariknya, jika di Jazirah Arab kurma pada umumnya baru berbuah setelah berumur 8 tahun jika ditanam dengan tekhnik tradisional. Namun di tangah Abah Anshori, pohon kurmanya sudah berbuah meski baru berumur 4 tahun. Padahal, pohon kurma ditanam di tanah biasa seperti tanaman pada umumnya.

Selain ditanam langsung di tanah, pohon kurma budidaya ponpes tersebut juga ditanam di dalam polibag dan pot.

“Alhamdulilah sudah berbuah 3 kali. Namun sayangnya sekarang belum berbuah. Teman wartawan masih harus menunggu panennya,” tambahnya.

Dari 14 jenis kurma yang dibudidayakan, ada 3 jenis kurma yang berhasil berbuah selama penelitiannya tersebut yakni jenis Ajwa, Ruzeis dan Madinah. Jenis-jenis kurma yang dibudidayakannya tersebut diberi nama kurma nusantara.

“Ada 14 jenis kurma, banyak jenisnya. Namun semuanya saya beri nama Kurma Nusantara. Saya tidak tahu apakah di Indonesia ada seperti ini atau bagaimana. Namun semoga kurma ini dapat bermanfaat ke depannya,” harapnya.

Kurma Nusantara

Secara perawatan, ungkap Abah Anshori, terbilang sulit dan rumit jika belum mengetahui karakter pohon dan bibit. Sebab, masing-masing pohon dan bibit kurma berbeda secara penanganannya. Mulai dari pemberian air dan cara menangkal hama.

Untuk saat ini, kurma hasil budidaya Abah Anshori belum diperjualbelikan. Sebab, ungkap Abah Anshori, budidaya kurmanya masih memerlukan waktu penelitian selama 1 tahun lagi. Baru setelah sukses dikembangkan oleh para petani di Indonesia, dirinya akan siap untuk menjualnya.

Agar budidaya kurma ini bisa diketahui oleh para petani, dirinya pun menggelar seminar dengan tema ‘Ngaji Tani Budidaya Kurma’ yang diselenggarakan pada Minggu (21/7). Tujuannya agar budidaya kurma bisa diproduksi secara masal.

Salah seorang peserta bernama Ahmad Basori (35) mengaku penasaran dengan kesuksesan Abah Anshori dengan membudidayakan kurma. Sebab, menurut Basori banyak cerita soal budidaya kurma yang hanya sebatas menanam tapi tidak berbuah.

“Saya penasaran dengan kabar keberhasilan milik Abah Anshori, mengenai bibit, tanam hingga berhasil berbuah seperti ini. Makanya saya ingin belajar budidayanya, apalagi ini ditanam asli di tanah Kediri,” pungkas Basori.      

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here