BERBAGI
Cabup Baddrut Tamam Saat Silaturahmi dengan Penduduk Pamekasan

Pamekasan, Inspirasijatim.com – Ada yang menarik dalam tahapan pilkada di Kabupaten Pamekasan kali ini. Bangkitnya industri batik tulis di kota pendidikan tersebut, membuat usaha kreatif ini memiliki denyut nadi dalam perekonomian dalam skala mikro. Salah satu pemantiknya ialah pasangan Baddrut Tamam-Raja’e yang sering menggunakan baju batik tulis khas Pamekasan ketika mengikuti proses pendaftaran maupun ketika mengunjungi rumah penduduk untuk menyerap aspirasi serta keluh kesahnya.

Batik Tulis Pamekasan, Madura merupakan batik dengan motif yang unik dan khas. Keunikan batik tulis Pamekasan terletak pada warnanya yang sebagian besar berwarna terang dalam motif bunga atau daun. Proses pembuatannya pun memakan waktu yang tidak sebentar, tergantung dari pola apa yang disukai oleh pemesan.

Akibat dari seringnya menggunakan seragam batik, sehingga para tim sukses serta pengurus partai politik pendukung pasangan nomer urut 1 ini ikut-ikutan memesan batik, sesuai dengan batik yang sering digunakan pasangan calon nomer urut 1 tersebut.

Hal ini menjadi angin segar bagi para penjual batik tulis dalam menaikkan omzet penjualan. Salah satu pengrajin batik asal Pamekasan, Alwi, mengaku bahwa pasangan nomer urut 1 ini sudah menggunakan batik sejak KPU Pamekasan menetapkan Baddrut Tamam-Raja’e sebagai pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Pamekasan.

“Sejak komisi Pemilihan Umum Pamekasan menetapkan pasangan calon bupati dan wakil bupati Pamekasan sebagai peserta Pilkada 2018, penjualan batik disini meningkat,” ungkap perajin batik tulis asal Dusun Banyumas, Pamekasan, Selasa (20/3/2018).

Ketika batik diakui oleh Unesco, tambah Alwi, sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia, omzet penjualan batik tulis Pamekasan meningkat tajam. Apalagi pemerintah kala itu juga menetapkan kebijakan baru, yaitu mengharuskan semua abdi Negara dan siswa pada berbagai lembaga pendidikan menggunakan seragam batik.

Pun halnya dalam acara kenegaraan yang bersifat resmi, setiap instasi pemerintah diwajibkan untuk berseragam batik. Pameran-pameran batik acapkali diselenggarakan baik di tingkat Provinsi maupun Nasional agar batik dapat dikenal oleh masyarakat dalam maupun luar negeri.

Namun dalam perkembangannya, usaha batik tulis Pamekasan lambat laun menurun drastis. Sebab masuknya batik cat dan batik printing ke dalam pasar lokal Pamekasan dengan harga yang relatif lebih murah. Sehingga hal ini menjadi pukulan telak bagi perajin batik tulis yang menggantungkan hidup pada usaha ini.

Kurangnya suplai dan sokongan dari pemerintah Pamekasan menjadi indikator lemahnya usaha batik tulis di Pamekasan. Alwi pun berharap dengan seringnya Baddrut Tamam-Raja’e menggunakan batik tulis, omzet penjualan mereka semakin naik.

“Adanya pasangan calon bupati dan wakil bupati Pamekasan yang menggunakan seragam batik tulis lokal Pamekasan ini menjadi angin segar bagi perajin batik tulis lokal Pamekasan disini,” harap Alwi.[mm]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here