BERBAGI
Banyak pengusaha UMKM Konveksi Kaos di Banyuwangi banting setir produksi masker di tengah wabah Covid-19

Inspirasijatim.com – Ditengah menumpuknya pesanan masker gegara virus corona yang menyerang Indonesia, membuat sejumlah pengusaha konveksi beralih untuk memproduksi ribuan masker siap cuci ulang. Rupanya, strategi tersebut ampuh tatkala usaha pembuatan kaos semakin melesu.

Salah satu UMKM konveksi yang memproduksi masker tersebut adalah Hady Konveksi, yang terletak di Desa Jelun Kecamatan Licin, Banyuwangi. Pabrik rumahan konveksi ini telah memproduksi lebih dari 2.000 masker yang diserbu pembeli.

Pemilik Hadi Konveksi, Hadi mengatakan bahwa produksi masker secara massal dilakukannya dalam dua minggu terakhir. Usaha ini ia tempuh setelah produksi kaos konveksinya menurun drastis pasca merebaknya wabah Covid-19.

“Biasanya kami memproduksi kaos yang dipesan oleh toko-toko di sekitar Banyuwangi. Tapi sejak banyak toko yang tutup karena adanya corona, kami putar otak dengan memproduksi masker,” kata Hady kepada wartawan, Kamis (2/4/2020).

Bahan-bahan masker tersebut, menurut Hady berbahan dasar kaos sehingga bisa dicuci ulang. Per hari, pembuatan masker hingga 300 buah dan dibanderol seharga Rp 5000 per buah. Namun untuk para reseller, banderol harga masker buatannya bisa lebih murah dengan minimun pembelian satu lusin.

“Setiap hari kami memproduksi bisa sampai 300 buah. Semua sudah ada yang mengambil, baik oleh konsumen langsung atau dijual lagi oleh resseler,” ungkapnya.

Selain memproduksi masker siap cuci ulang, Hady juga diajak kerja sama oleh pemerintah daerah Banyuwangi untuk pembuatan APD bagi tenaga kesehatan. APD tersebut di bawah supervisi langsung Dinas Kesehatan Banyuwangi.

Selain menggandeng UMKM seperti Konveksi milik Hady untuk distribusi masker secara gratis, Balai Latihan Kerja (BLK) Banyuwangi juga memproduksi ribuan masker kain yang dibagikan gratis kepada warga.

Kepala BLK Banyuwangi, Rusman, mengatakan produksi masker oleh BLK untuk dibagikan secara gratis kepada warga sebagai wujuk partisipasi dalam memberantas Covid-19 di wilayah Banyuwangi.

“Semua BLK di bawah UPTD Kemnaker diminta untuk memproduksi produk yang saat ini banyak dibutuhkan oleh masyarakat tapi langka, seperti masker. Produksinya diutamakan untuk memenuhi kebutuhan daerah masing-masing,” kata Rusman.

Bahan masker yang dibuat oleh BLK berbahan dasar katun oxford yang memiliki ketebalan namun nyaman untuk dipakai. Sebelum diproses, bahan tersebut telah dicuci dan disterilkan terlebih dahulu.

“Meskipun ini bukan masker bedah, namun masker kain ini bisa meminimalisir penularan virus Covid-19. Minggu lalu sudah kami tuntaskan 2.000 masker dan salah satunya kami serahkan ke Pemkab,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here