BERBAGI
gambar diambil dari https://news.okezone.com

inspirasijatim.com,- Ario Soerjo dikenal sebagai Gubernur Pertama Jawa Timur dari tahun 1945 hingga tahun 1948. Pria kelahiran Magetan, Jawa Timur, 9 Juli 1898 ini, juga seorang pahlawan nasional Indonesia. Mempunyai nama asli Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo. Kebanyakan orang memanggilnya Gubernur Suryo

Beliau menjadi sangat terkenal atas perjuangannya melawan penjajah, dalam pertempuran tiga hari tiga malam di Surabaya. Selain itu, beliau juga berperan dalam perlawanan pada petempuran tanggal 10 November 1945 selama tiga minggu. Yang kemudian ditetapkan menjadi hari pahlawan.

Pendidikan beliau bersekolah di Holland Inlandsch School (HIS) di Madiun. Kemudian dilanjutkan OSVIA Madiun dan lulus mendapatkan diploma. Setelah itu, melanjutkan ke Bestuurschool atau Sekolah Pamong Praja, dengan mendapatkan gelar diploma. Beliau sempat pula sekolah Polisi di Jakarta.

RMTA Soerjo menikah dengan Raden Ajoe Siti Moestopeni dari Ponorogo. Istrinya tidak lain adalah putri dari Raden Mas Arja Hadiwinoto. Dalam pernikahannya, beliau dikaruniai seorang putri bernama Raden Adjeng Siti Soeprapti.

Melalui besluit Kepala Departemen van Binnenlandsch Bestuur tanggal 22-8-1917 No. 1442/CII, beliau ditunjuk sebagai pangreh praja di residensi Madiun. Kemudian melalui besluit residen Madiun, beliau diangkat menjadi kontrolir Ngawi. Sejak itu beberapa jabatan silih berganti diembannya.

Puncaknya, beliau menjabat Bupati di Kabupaten Magetan dari tahun 1938 hingga tahun 1943. Yang kemudian membawanya menjadi Gubernur pertama Jawa Timur dari tahun 1945 hingga tahun 1948.

Pada saati menjabat gubernur, RMTA Soerjo membuat perjanjian gencatan senjata, dengan komandan pasukan Inggris Brigadir Jendral Mallaby di Surabaya pada tanggal 26 Oktober 1945. Namun tetap saja meletus pertempuran tiga hari di Surabaya 28-30 Oktober 1945 yang membuat Inggris terdesak.

Hal ini yang membuat Presiden Soekarno turun tangan dan mendamaikan kedua pihak. Namun, gencatan senjata yang telah disepakati tidak diketahui sepenuhnya oleh para pejuang pribumi. Karena masih terbatasnya alat komunikasi. Hal ini, yang menyebabkan pertempuran terus berlanjut dan membuat Jendral Mallaby terbunuh.

Hal ini menyulut kemarahan pasukan Inggris. Kemudian, Jenderal Mansergh mengultimatum rakyat Surabaya, supaya menyerahkan semua senjata paling tanggal 9 November 1945, atau keesokan harinya. Jika tidak maka Surabaya akan dibumi hanguskan lewat serang darat, udara dan laut.

Menanggapi ultimatum tersebut, Presiden Soekarno menyerahkan sepenuhnya keputusan di tangan pemerintah Jawa Timur, yaitu menolak atau menyerah. Dengan gagah berani, Gubernur Suryo berpidato di RRI bahwa Arek-Arek Suroboyo tidak akan menuriti ultimatum Inggris. Mereka akan berjuang sampai titik darah penghabisan untuk mempertahankan Surabaya.

Jadi,meletuslah pertempuran besar antara Arek Suroboyo yang dibantu arek daerah daerah lain di Jawa Timur orang melawan Inggris di Surabaya yang kemudian dikenang sebagai hari pahlawan. Akibat pertempuran itu, Surabaya akhirnya menjadi kota mati. Gubernur Suryo termasuk golongan yang terakhir meninggalkan Surabaya. Kemudian beliau membangun pemerintahan darurat di Mojokerto.

Menurut cerita, RMTA Soerjo meninggal beliau pada 10 September 1948 karena dibunuh oleh orang tidak dikenal. Mobilnya dicegat di tengah hutan Peleng, Kedunggalar, Ngawi. Dalam beberapa literatur, kelompok yang menghadang dikenal dengan Front Demokrasi Rakyat (FDR/PKI). Disebutkan gerombolan itu dipimpin Maladi Yusuf.

Kemudian dua perwira polisi yakni Kombes Pol M. Doerjat dan Kompol Soeroko yang lewat juga ikut ditangkap. Selanjutnya, ketiga orang tersebut ditelanjangi, diseret ke dalam hutan dan dibunuh. Keesokan hanrinya, mayat ketiga orang ditemukan oleh seorang pencari kayu bakar.

RMTA Soerjo meninggal pada umur 50 tahun. Beliau dikebumikan di makam Sasono Mulyo, Sawahan, Kabupaten Magetan. Sebuah monumen yang dibangun untuk mengenang jasa-jasanya terletak di Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi. (LEO)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here